Optimalisasi dalam lingkungan HIP harus diperlakukan sebagai disiplin empiris yang ketat bukan sekadar tebakan intuitif. Dengan menerapkan alur kerja sistematis, pengembang memastikan setiap perubahan kode didukung oleh data, menggeser rekayasa kinerja dari "kepercayaan buta terhadap optimasi" menuju siklus ilmiah yang dapat diulang: hipotesis dan verifikasi.
Alur Kerja 6 Langkah
Panduan kinerja HIP merekomendasikan urutan sistematis:
- Ukur dasar kinerja (baseline): Tentukan waktu eksekusi dan throughput saat ini.
- Profil program: Gunakan
rocprofv3untuk mengumpulkan data penghitung perangkat keras. - Identifikasi hambatan utama (bottleneck): Tentukan apakah Anda terbatas pada komputasi, memori, atau latensi.
- Terapkan optimasi yang ditargetkan: Fokus hanya pada hambatan utama yang teridentifikasi.
- Ukur ulang: Verifikasi apakah perubahan benar-benar meningkatkan kinerja.
- Ulangi: Ulangi proses hingga tujuan tercapai.
Hindari Kepercayaan Buta terhadap Optimasi
Kenaikan kinerja harus merupakan hasil yang dapat direproduksi dari interaksi dengan perangkat keras tertentu. Hindari hal-hal berikut pola buruk:
- Mengubah kode kernel sebelum mengukur kinerja saat ini.
- Menyesuaikan ukuran blok tanpa mengetahui apakah kernel terbatas pada memori.
- Mengejar angka occupancy tanpa bukti bahwa hal itu penting bagi beban kerja tertentu.
TERMINALbash — 80x24
> Ready. Click "Run" to execute.
>